Tuesday, 7 October 2014

Pengertian dari isim ma’rifah dan isim nakirah

MAKALAH BAHASA ARAB 2
"المعرفة والنكرة"
Lecturer : AHMAD SHOLIHIN, S.Pd.I
Jurusan Tarbiyah
Program Study Pendidikan Bahasa Inggris
DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 :
DANNY FERDIANSYAH
DWI MAILIA PUTRI
EKA SRI LESTARI

i
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaanirrohiim
            Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan hidayah serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar tanpa halangan yang berarti.
            Sholawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, serta sahabat-sahabatnya, pengikut-pengikutnya yang setia menyampaikan risalahnya sampai akhir zaman.
            Sehubungan dengan keterbatasan kemampuan dan ilmu yang dimiliki, maka bila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan dan kekeliruan mohon kiranya dapat memberikan kritik serta saran yang dapat membawa kepada kebaikan. Pada kesempatan ini pula penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Adi Widayat, M.Pd.I  selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Arab 2 yang telah membimbing penulis hingga terselesaikan makalah yang sederhana ini. Mudah-mudahan atas bantuan serta bimbingan semua pihak, Allah SWT akan membalasnya dengan pahala yang setimpal, aamin yaa Rabbal aalamiin.
            Akhirnya kepada Allah SWT penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
                                                                                               
PENULIS
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
BAB I             PENDAHULUAN
                        1.1 Latar Belakang....................................................................... 1
                        1.2 Rumusan Masalah.................................................................. 1
BAB II            PEMBAHASAN
                        2.1 Pengertian dari Isim Ma’rifat dan Isim
      Nakirah................................................................................... 2
2.2 Pembagian Isim Ma’rifat dan Isim Nakirah....................... 3
2.3 Pengaplikasian Isim Ma’rifat dan Isim Nakirah di dalam
      bentuk kalimat....................................................................... 6
BAB III          KESIMPULAN DAN
PENUTUP...................................................................................  9
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
            Kaum muslimin memaklumi, bahwa bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. Setiap orang muslim yang bermaksud menyelami ajaran Islam yang sebenarnya dan lebih mendalam, tiada jalan lain kecuali harus mampu menggali dari sumber asalnya, yaitu Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Oleh karena itu, menurut kaidah hukum Islam, mengerti akan ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an, hukumnya fardhu ‘ain.
            Kaidah-kaidah bahasa Arab dibahas lebih rinci sehingga dapat membantu para pembaca untuk lebih memahami kaidah-kaidah bahasa Arab dan diharapkan lebih membantu dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi.
1.2 RUMUSAN MASALAH
            Makalah ini disajikan dengan tujuan untuk memahami kaidah-kaidah dalam bahasa Arab yang sesuai dengan sub judulnya. Pada kesempatan kali ini, khususnya penulis akan membahas materi yang berkaitan tentang isim ma’rifat dan isim nakirah. Perlunya penulis memaparkan rumusan masalah yang muncul dari materi tersebut, antara lain :
            1. Apa pengertian dari isim ma’rifat dan isim nakirah?
            2. Pembagian dari isim ma’rifat dan isim nakirah?
            3.Pengaplikasian isim ma’rifat dan isim nakirah di dalam bentuk kalimat?
1
BAB II
PEMBAHASAN MATERI
2.1 Pengertian dari isim ma’rifah dan isim nakirah
Kaidah:                                                                                               القاعدة 
المعرفة اسم يدل على شيئ معين
Ma’rifat, yaitu suatu isim yang menunjukkan pada suatu benda tertentu.
النكرة اسم يدل على شيئ غير معين
Nakirah, yaitu suatu isim yang tidak menunjukkan pada suatu benda tertentu.[1]
            Isim itu terbagi pada nakirah dan ma’rifah.
1. Isim nakirah adalah isim yang pengertiannya tidak tertentu, seperti :
= seorang manusia, dan
= sebuah pena, (tidak tertentu pena yang mana)
2. Isim ma’rifat adalah isim yang diketahui (difahami) maksudnya.[2]
Isim Ma’rifat
ما دل على معين
          Lafadz yang menunjukkan benda tertentu.
Isim Nakirah
والنكرة كل اسم شائع في جنسه لا يختص به واحد دون آخر وتقريبه كل ما صلح دخول الألف واللام عليه نحوالرجل والغلام
Isim nakirah ialah isim yang jenisnya bersifat umum yang tidak menentukan sesuatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah, setiap isim yang layak dimasuki alif dan lam, contoh : الرجل   atau  الغلام   (asalnya رجل  dan  غلام).[3]
2.2 Pembagian Isim Ma’rifat dan Isim Nakirah
            1. Pembagian Isim Ma’rifat
A. Isim ‘Alam
            Kaidah:                                                                                                 القاعدة 
العلم اسم معرفة سمى به شخص أومكان أوحيوان أو أي شيئ اخر
Alam, yaitu isim ma’rifat yang digunakan untuk menamai orang, tempat, hewan, atau benda-benda lain[4].
            Dan isim ‘alam  itu terbagi pula pada isim, kunyah dan laqab. Yang dimaksud dengan kunyah yaitu setiap sebutan nama atau panggilan yang tersusun dari dua kata dengan cara idhafat. Dan laqab yaitu setiap panggilan yang menunjukkan ketinggian martabat atau merendahkannya.[5]
B. Isim Dhamir
            Isim dhamir yaitu isim kata ganti untuk pembicara atau orang pertama, dan untuk orang yang diajak bicara atau orang kedua, seperti : انا    = saya, dan انت  = engkau (lk), dan untuk orang ketiga هو = dia (lk).[6]        
            Dan dhamir itu terbagi kepada dua bagian, yaitu:
1. Dhamir bariz
2. Dhamir mustatir
            Yang dimaksud dengan dhamir bariz adalah dhamir yang ada bentuknya (berupa lafadz) seperti ( ت ) pada فهمت  . Dan dhamir mustatir adalah dhamir yang tidak ada bentuknya (tidak tampak berupa lafadz), melainkan hanya dalam pemahaman saja, seperti dhamir pada fi’il  فهم  dhamirnya هو . Dan dhamir bariz itu terbagi pada munfashil dan muttashil. Dhamir munfashil yaitu dhamir yang tampak karena berdiri sendiri dalam pengucapan, seperti انا  = saya, dan نحن  = kita. Dan dhamir muttashil yaitu dhamir yang tampaknya seakan-akan merupakan bagian atau suku kata dari kata-kata sebelumnya seperti ( ت ) pada فهمت dan ( ا  ) pada فهما  .
C. Isim Mubham
            Yang dikehendaki adalah isim isyaroh dan isim maushul, dikarenakan makna keduanya yang samar (mubham), yang bisa tertentu dengan melalui isyaroh dan shilah.[7]
            1. Isim Isyaroh
                        Yaitu isim yang dicetak untuk perkara yang diisyarohi yang tampak dengan jari (telunjuk) dan sesamanya.
Contoh : هذا, هذه , هؤلاء          
2. Isim Maushul
                        Yaitu isim yang menunjukkan sesuatu/seseorang yang tertentu dengan cara menyebutkan suatu kalimat sesudahnya yang disebut selatul-maushul.[8] Dan lafadz-lafadznya adalah :
الذى                 : yang digunakan untuk seorang laki atau sesuatu jenis 
  mudzakkar
اللذان / اللذين    : yang digunakan untuk dua orang/benda jenis mudzakkar       
 الذين/ الأولى    : yang digunakan untuk jama’ manusia mudzakkar
التى                  : yang digunakan untuk seorang perempuan atau sejenis
  muannats
اللتان / اللتين     : yang digunakan untuk dua orang/benda jenis muannats
اللاتى / اللائ     : yang digunakan untuk jama’ manusia muannats
D. Isim-isim yang dimasuki أل 
          Yaitu isim yang dimasuki أل dan memberikan pengertian ketentuan bagi isim tersebut. Seperti : السيف  = pedang itu
                                     القلم    = pena itu
E. Isim yang di idhofahkan pada isim ma’rifat
            Yaitu isim-isim yang di idhofahkan pada salah satu dari isim-isim ma’rifat yang di muka maka terjadilah ma’rifat dengan itu :
Contoh:
قلم محمود        = Di idhofahkan pada Isim Alam
قلم هذا            = Di idhofahkan pada Isim Isyaroh
قلمك                 = Di idhofahkan pada Isim Dhamir
قلم الرجل         = Di idhofahkan pada lafadz yang dimasuki Al
قلم الذى كتب     = Di idhofahkan pada Isim Maushul
F. Isim ma’rifat dengan sebab Nida’
            Yaitu isim munada’ yang ditentukan maksudnya, maka dengan sebab itu jadilah isim ma’rifat (isim munada’ yaitu isim yang diseru dengan kata seru  يا ).
Contoh :
يا رجل                = Hai! Bung!
يا غلام               = Hai nak!
2.3 Pengaplikasian isim ma’rifat dan isim nakirah didalam bentuk kalimat
            A. Contoh-contoh dari Isim Ma’rifat
1. Contoh dari Isim Alam :
ابو بكر يذهب الى السوق-               = Abu bakar sedang pergi ke pasar
هارون الرشيد يشتري الرز-            = Harun Ar-Rasyid sedang membeli beras
6
2. Contoh dari Isim Dhamir :
- انا موظف                                 = Saya adalah seorang pegawai
- بيتها فسدة                                = Rumahnya(pr) itu rusak
3. Contoh dari Isim Mubham
            a. Contoh dari Isim Isyaroh :
                        -  هذا كوب                      = Ini adalah sebuah gelas
                        - هذه خزانة                    = Ini adalah sebuah Almari
                        - اولاء الصائمون             = Mereka adalah orang-orang yang berpuasa
            b. Contoh dari Isim Maushul :
                        -    اكرم الذى علمك          = Muliakanlah orang yang telah
    mengajarkan engkau
                        - اكرم الذين علماك           = Muliakanlah orang yang telah
    mengajarkan engkau
                        - اكرم الذين علموك          = Muliakanlah orang yang telah
    mengajarkan engkau
Dari ketiga contoh tersebut memiliki arti yang sama, namun berbeda cara penempatan dan kedudukannya.
4. Contoh dari Isim-isim yang dimasuki أل  :
            - الدكان فسيح                              = Toko itu luas                       
            - المستشفى فسدة                                     = Rumah sakit itu rusak
7
5. Contoh dari Isim yang di idhofahkan pada isim ma’rifat
            - بيت عائشة ضيقة                        = Rumah Aisyah itu sempit
            - جدار ذلك واسخ                         = Dinding itu kotor
6. Contoh dari Isim ma’rifat dengan sebab Nida’ :
            - يا احمد ارجع الى بيتك                 = Hai Ahmad! Pulanglah ke rumahmu!
            - يا فاطمة ا كنسى فناء بيتك            = Hai Fatimah! Sapulah Halaman
   Rumahmu!
            B. Contoh dari Isim Nakirah :
- ( Didalam laci itu ada buku)                          =         فى الدرج كتاب
- ( Seorang laki-laki menanyakan ayahku)      = سأل رجل عن والدى
- ( Muhammad merobek kertas )                     =  مزق محمد ورقة     
            Keterangan :
                        Apabila kita perhatikan setiap isim dalam kalimat-kalimat di atas, kita akan melihat bahwa kata كتاب (buku), رجل  (seorang laki-laki), ورقة (kertas), ia tidak menunjukkan kepada benda tertentu yang sudah kita kenal. Isim seperti ini disebut dengan Isim Nakirah.
8
BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP
            Isim Ma’rifat, yaitu suatu isim yang menunjukkan pada suatu benda tertentu yang bersifat khusus, dan Isim Nakirah, yaitu suatu isim yang tidak menunjukkan pada suatu benda tertentu yang bersifat umum. Di samping itu, macam-macam Isim Ma’rifat dan Isim Nakirah antara lain:
Isim Ma’rifat terbagi menjadi 7 macam, yaitu: Isim Alam, Isim Isyaroh, Isim Maushul, Isim Dhamir, Isim-isim yang dimasuki Alif dan Lam, Isim yang di idhofahkan pada isim ma’rifat dan Isim Ma’rifat dengan sebab Nida’. Dan Isim Nakirah tidak ada pembagiannya atau macam-macamnya.
Akhirnya, penulis pribadi megucapkan terima kasih kepada Allah SWT, dan kepada Bapak Prabowo Adi Widayat, M.Pd.I selaku dosen pengampu yang telah membimbing penulis dalam membuat makalah yang sederhana ini. Dan penulis berharap kritikan serta saran dari dosen pengampu maupun dari pembaca itu sendiri. Tentunya kritikan yang membangun dan membawa kepada kebaikan bagi penulis.
9
DAFTAR PUSTAKA
-          Thalib, Drs. Muhammad, Tata Bahasa Arab 2 Terjemah ANNAHWUL WADHIH Ibtidaiyyah, (Bandung:PT Al Ma’arif), 2002
-          Umam, Prof. Dr. H. Chatibul dkk, Kaidah Tata Bahasa Arab, (Jakarta:Darul Ulum Press), 2010
-          Anwar, K.H. Muhammad, Ilmu Nahwu, (Bandung:Penerbit Sinar Baru Algensindo), 2009
-          Shofwan, M.Sholihuddin, Pengantar Memahami Al-Jurumiyyah, (Lirboyo:Darul Hikmah), 1999
-          Syaekhuddin, Ahmad dkk, Belajar Bahasa Arab, (Jakarta:Penerbit Erlangga), 2009
10


[1]Thalib, Drs. Muhammad, Tata Bahasa Arab 2 Terjemah ANNAHWUL WADHIH Ibtidaiyyah, (Bandung:PT Al Ma’arif), 2002, hlm. 191
[2] Umam, Prof. Dr. H. Chatibul dkk, Kaidah Tata Bahasa Arab, (Jakarta:Darul Ulum Press), 2010, hlm. 182
2
[3] Anwar, K.H. Muhammad, Ilmu Nahwu, (Bandung:Penerbit Sinar Baru Algensindo), 2009, hlm. 108
[4] Opcit., hlm. 195
[5] Opcit., hlm. 192
3
[6] Opcit., hlm. 183
[7] Shofwan, M.Sholihuddin, Pengantar Memahami Al-Jurumiyyah, (Lirboyo:Darul Hikmah), 1999, hlm. 120
4
[8] Opcit., hlm. 196
5

Makalah Tentang Pendidikan Karakter

Makalah Tentang Pendidikan Karakter



KATA PENGANTAR
      Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahnya dan tentunya nikmat sehat sehingga penyusunan makalah ini selesai sesuai dengan apa yang diharapkan. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW dan tak lupa saya ucapkan terimakasih atas semua pihak yang ikut membantu penyusunan makalah tentang pendidikan karakter. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pendidikan karakter baik itu dari sisi pengertian pendidikan karakter maupun keberadaan serta peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan sebuah bangsa khususnya Indonesia. Semoga apa yang kami sampaikan melalui makalah ini dapat menambah wawasan baik itu untuk kami pribadi sebagai penulis maupun dunia pendidikan pada umumnya.
        Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharap adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak - pihak yang sudah membantu dalam penyusunan makalah ini.
                                                                                                                Jepara  06 Oktober 2014
 


                                                                                                                          AHMAD SHOLIHIN


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I          PENDAHULUAN
                    1.1. Latar Belakang
                    1.2. Rumusan Masalah
                    1.3. Tujuan
                    1.4. Ruang Lingkup
BAB II        PEMBAHASAN
                    2.1. Pengertian Pendidikan Karakter
                    2.2. Contoh Program Pendidikan Karakter
                    2.3. Peran Pendidikan Karakter
BAB III       PENUTUP
                    3.1. Kesimpulan
                    3.2. Saran

Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
       Sebagai Negara yang besar dan dengan sumber daya alamnya yang melimpah pada dasarnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu Bangsa yang maju, bermartabat dan lebih baik dari saat ini, dan itu semua dapat terwujud tentunya dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif dan memiliki visi yang jelas dan terarah untuk kemajuan Bangsa. Untuk memenuhi tujuan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tentunya pendidikan adalah faktor terpenting yang tidak dapat dipisahkan.
       Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 3 (tiga) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan dari pendidikan nasional tidak saja hanya mencetak sumber daya manusia yang cerdas akan tetapi juga mampu mencetak kepribadian yang berkarakter, berakhlak, kreatif, memiliki misi visi dan bertanggung jawab serta sebagai warga negara yang baik. Kesuksesan seseorang tidak pernah lepas dari potensi yang dimiliki oleh orang tersebut, potensi dalam arti tidak saja berbicara tentang skil akan tetapi meliputi kemampuan seseorang mengimplementasikan potensi yang dimiliki untuk orang banyak, kemampuan mengelola diri dan orang lain.
   Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ( Ali Ibrahim Akbar, 2000) mengungkapkan bahwa kemampuan teknis (Hard Skill) hanya memberikan kontribusi sekitar 20% terhadap kesuksesan seseorang, selebihnya sekitar 80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh soft skill dan itu artinya karakteristik seseorang memiliki porsi yang lebih besar sebagai penentu sukses tidaknya seseorang dimana karakteristik seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan karakter yang ia serap.
1.2. RUMUSAN MASALAH
       Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antaralain :

a. Apa pengertian pendidikan karakter
b. Bagaimana Contoh program pendidikan karakter
c. Bagaimana peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

1.3. TUJUAN PENULISAN
       Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut

  • Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter
  • Untuk mengetahu contoh program pendidikan karakter
  • Untuk mengetahui peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

BAB II
PEMBAHASAN


2.1. PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER

Pengertian karakter

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia Karakter adalah Sifat - sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain
  • Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional) karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Pengertian pendidikan
Berdasarkan (UU SISDIKNAS No 20 tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pengertian pendidikan karakter
Pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilai karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai - nilai baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa. Sementar itu menurut Lickona pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai - nilai etika yang inti
2.2. CONTOH PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER

A. Lingkungan Sekolah
  • Training Guru
Program ini tujuannya adalah memberikan wawasan dan pelatihan kepada guru untuk memahami para anak didiknya dari segi psikologis yang kemudian dapat mempermudah dalam menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melaui pendekatan psikologis sehingga para anak didik dapat menyerap materi yang disampaikan tanpa adanya beban ataupun rasa takut karena perbedaan status antara guru dan siswa namun tentunya tanpa mengurangi kode etik dan norma etika dan sopan santun

  • Program Kurikulum Pendidikan Karakter
Program ini di khususkan untuk suksesnya pendidikan karakter di sekolah, disamping pemberian materi juga menanamkan nilai - nilai kehidupan kepada para siswa
B. Lingkungan Keluarga
       Karakter akan terbentuk dari apa yang kita lihat, kita rasakan, dan dari sebuah aktifitas yang sering kita lakukan yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan dan pada akhirnya akan menjadi sebuah kepribadian yang juga disebut dengan karakter.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki 3 hubungan yaitu hubungan dengan diri sendiri, hubungan sosial dan alam sekitar dan hubungan dengan Tuhan YME. Dari ketiga hubungan tersebut akan menciptakan pemahaman kepada anak yang selanjutnya menjadi sebuah keyakinan dan dari sebuah pemahaman tersebut akan menentukan cara anak dalam memperlakukan dunianya.
Positf atau negatif perilaku anak sangat tergantung dengan positif atau negatifnya pemahaman anak tersebut dalam memahami atau memandang sebuah permasalahan atupun objek dan segala sesuatu yang terdapat disekitarnya.
       Membangun karakter anak sejak usia dini memiliki efek yang membekas dan akan tetap tertanam sampai anak itu tumbuh lebih dewasa dan mampu menjadi filter dari apa yang ia temukan di lingkungan sosial yang lebih luas yaitu masyarakat. Dari lingkungan keluarga ini lah persespsi anak akan terbentuk oleh karena itu berikanlah pemahaman yang positif terhadap baik dalam bentuk komunikasi maupun sikap dan berikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan tetap adanya kontrol yang seimbang
2.3. PERAN PENDIDIKAN KARAKTER
       Dunia pendidikan adalah sebagai instrumen penting sekaligus sebagai penentu maju mundurnya sebuah bangsa dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan pendidikan karakter. Keduanya merupakan satu kesatuan yang seharusnya berjalan seiring dan berimbang karena seperti yang sudah diungkapkan pada bab pendahuluan bahwa kesuksesan seseorang 80% ditentukan dari karakteristik seseorang apakah mampu mengelola potensi yang dimiliki serta mampu mengelola orang lain. Makna dari mengelola tentunya bersifat psoitif yaitu mampu bekerjasama dan mengimplementasikan potensi yang dimiliki dalam sebuah tindakan yang kreatif.
      Kemajuan suatu bangsa tidak akan tercapai hanya dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan orang - orang cerdas tanpa didukung dengan kepribadian yang positif. Di sinilah peran pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif dan berpepribadian yang luhur agar mampu mengelola sumber kekayaan alam sesuai dengan semestinya yaitu untuk membangun sebuah bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi atau tangguh dalam militer akan tetapi tidak mencerminkan bangsa yang bermartabat melainkan menjadi bangsa yang besar, mandiri dalam segala aspek dan bangsa yang berbudaya luhur dan bermartabat.
BAB III
PENUTUP


3.1. KESIMPULAN
       Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang mencakup tentang pendidikan karakter yaitu bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk pengembangan pendidikan karakter melalui berbagai program baik itu yang ditujukan kepada para pengajar maupun kepada para anak didik atau siswa.
Pendidikan karakter suatu sistem untuk menanamkan nilai nilai kpribadian yang luhur yang meliputi hubungan terhadap diri sendiri, terhadap lingkungan sekitar dan hubungan terhadap Tuhan YME dimana semua itu terbentuk dari sebuah pemahaman terhadap apa yang dilihat, dirasa, dan didengar.
Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk meningkatkat kualitas dari pendidikan itu sendiri untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif , berahlak dan memiliki kepribadian yang positif agar mampu mengelola dan mengambil peran dalam membangun bangsa yang bermartabat.
3.2. SARAN
       Pemerintah adalah sebagai kontrol dunia pendidikan karena dari sinilah masa depan bangsa di tentukan, guru sebagai pendidik sudah sepantasnya dapat menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melalui pendekatan psikologis agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kekeluargaan dan yang terakhir adalah orang tua sebagai orang terdekat dan merupakan tempat pertama seorang anak mengenal lingkungan hendaknya memberikan contoh yang positif dalam keseharian baik dalam bentuk sikaf maupun komunikasi yang bersidat searah dan dua arah
Akhirnya dari semua pembahasan ini kami sebagai penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin..
DAFTAR PUSTAKA
http://ahmad-sholihin.blogspot.com